Persiapan Puasa Bagi Para Penyandang Diabetes

Persiapan Puasa Bagi Para Penyandang Diabetes

Bagi penyandang diabetes melitus (DM) atau biasa disebut diabetesi, diperbolehkan menjalankan ibadah puasa. Namun, memang harus dipersiapkan jauh-jauh hari dan selalu melakukan pemeriksaan gula darah secara berkala.


Puasa merupakan kewajiban bagi semua umat muslim, termasuk penyandang DM. Agar dapat menjalankan puasa dengan baik, para diabetesi diimbau untuk melakukan persiapan terlebih dahulu sebelum masuk bulan Ramadan. Selain itu, lebih ketat dalam hal mengontrol kadar gula darah dalam tubuhnya.

“Keputusan untuk puasa atau tidak sangat individual sekali, dan dokter hanya memberikan saran,” tutur Dr Tri Juli Edi Tarigan SpPD dari Divisi Metabolik Endokrin, Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM, dalam acara Simposium Awam PAPDI (Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia) Forum Puasa di Ruang Kuliah FKUI Jakarta.

Menurut dia, penderita diabetes yang ingin puasa terbagi dalam empat golongan risiko. Risiko sangat tinggi apabila menderita DM tipe 1, sedang hamil, menjalani cuci darah, gula darah sering turun mendadak (drop),dan mengalami ketoasidosis berulang. Ketoasidosis adalah salah satu komplikasi akut pasien DM yang terjadi karena kadar glukosa dalam darah sangat tinggi.

Sementara, risiko tinggi terjadi pada diabetesi yang mengalami gangguan ginjal, tinggal sendiri, sementara pemakai insulin atau sulfonilurea serta orangtua yang sakit-sakitan. Sementara, risiko sedang adalah pasien DM terkontrol pemakai sulfonilurea atau glinid. Adapun diabetesi berisiko ringan, yaitu diabetesi yang terkontrol dengan diet saja atau mengonsumsi metformin atau TZD.

Tri mengungkapkan, saat menjalankan puasa, pasien DM mesti mewaspadai adanya hipoglikemia atau gula darah terlalu rendah, juga hiperglikemia atau gula darah terlalu tinggi. Selain itu, mereka juga hatihati jika terjadi ketoasidosis,di mana darah menjadi asam.”Jangan sampai juga terjadi dehidrasi dan timbulnya bekuan di pembuluh darah,” ujar dia.

Bagaimana pengaturan makan para diabetesi? Dia mengungkapkan, saat sahur dan berbuka usahakan makan makanan yang sehat dan berimbang, menyegerakan berbuka dan melambatkan sahur, minum cukup minimal delapan gelas setiap hari,dan pilihan kalori mesti dibagi-bagi,yaitu 50% saat berbuka, 10% setelah tarawih, dan 40% saat sahur.

Dalam memilih bahan makanan yang mengandung karbohidrat, lanjutTri, pilih karbohidrat kompleks yang butuh pembakaran lama saat sahur, yaitu sekitar delapan jam.Jangan lupa kurangi hidangan berlemak dan perbanyak serat. Konsumsi obat tetap berlaku seperti biasa, namun waktunya disesuaikan, yaitu saat sahur, berbuka, atau sebelum tidur.

Selain pengaturan makanan, penderita DM diharapkan bisa tetap menjaga kondisi tubuhnya dengan melakukan aktivitas fisik. Diabetesi tetap boleh berolahraga dengan intensitas yang ringan, teratur, dan aman. Harap dicatat, olahraga atau latihan fisik yang terlampau berat dan menyedot energi besar, jadi sebaiknya dihindari.

”Lakukan olahraga ringan menjelang berbuka.Salat tarawih sebenarnya juga merupakan salah satu bentuk olahraga,” imbuhnya.

Saat bulan penuh berkah ini, Tri menyarankan para penyandang DM untuk lebih rutin memeriksa gula darahnya. Cek gula darah dapat dilakukan saat sebelum sahur, dua jam sesudah sahur, sebelum berbuka puasa, dan dua jam sesudah buka.

“Jangan takut, periksa gula darah tidak membatalkan puasa,” tegasnya.

Diabetesi mesti membatalkan puasa saat gula darah turun menjadi 60 mg/dl atau kurang. Juga, gula darah turun di sekitar 70 mg/dl pada jam-jam awal,terutama pemakai insulin, sulfonilurea atau glinid yang dipakai saat sahur.

Waspada jika gula darah naik lebih dari 300 mg/dl. Tri mengatakan, konseling pra-Ramadan sekitar dua sampai empat bulan sebelumnya bagi pasien DM amat diperlukan.
Ini berguna untuk mengkaji kontrol metabolik, stratifikasi risiko, penyesuaian terapi untuk puasa, perawatan diri (self care), dan edukasi secara umum.

Anggota Bidang Humas, Publikasi, dan Media PAPDI, Dr Agasjtya Wisjnu Wardhana SpPD FINASIM mengakui, persiapan puasa bagi para diabetesi sangat penting. Saat berpuasa, kata dia, umumnya penyandang DM mengalami penurunan kadar gula darah.
Mengingat pasien DM kekurangan hormon insulin, maka hormon yang kontrainsulin akan memicu tubuh kembali menaikkan gula darah.

Akibatnya, timbul efek asam pada darah. “Inilah alasan kenapa puasa pada pasien DM perlu diatur dan disiapkan secara matang,” imbuhnya.

Article Information



share this article to: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
Posted by Simpel News, Published at 01.31 and have 0 komentar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar