Aplikasi Nusantara Beta Asli Buatan Anak Indonesia

Aplikasi Nusantara Beta Asli Buatan Anak Indonesia


Aplikasi Nusantara Beta

Semangat cinta tanah air, selalu bisa membuat orang-orang membuktikannya dalam implementasi nyata. Tak terkecuali sekelompok mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (UIN) ini, yang berbekal semangat kecintaan terhadap Indonesia, berhasil membuat aplikasi yang memperkenalkan direktori pariwisata Indonesia.

Berawal dari sebuah projek TA (Tugas Akhir), aplikasi bernama Nusantara Betaini berhasil meluncur di smartphone berbasis Android dan BlackBerry. Berselang satu tahun setelah lahir pertama kali pada Mei 2011, aplikasi yang dimotori Taufan Arfianto, Sidiq Permana, Imamul Huda, Imam Mudzakir, dan teman-teman mereka lainnya dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah ini akhirnya meluncur dalam versi kedua pada 8 Juni lalu.

“Nusantara beta itu ide awalnya dari tugas akhir salah satu teman saya (Sidiq), yang akhirnya kami semua sepakat tidak ingin aplikasi tersebut berakhir di TA saja. Kami ingin orang-orang bisa lebih mengenal Indonesia lewat aplikasi mobile, buka hanya tempat wisatanya saja tapi juga hal lainnya seperti bahasa dan sejarahnya,” tutur Chief  Executive Officer Nusantara Beta Taufan Arfianto padaOkezone beberapa waktu lalu.

Aplikasi yang pernah menyabet juara satu di BUBU AWARD Aplication Contest Versi Developer Mobile ini juga menjadi batu loncatan untuk lebih mengenalkan almamater Universitas-nya. “Nusantara Beta ini sekaligus untuk mengangkat almamater kami (UIN Jakarta), karena kami juga bisa bersaing dengan yang lainnya,” kata pria berusia 23 tahun ini.

Diungkapkan Taufan, sejak diluncurkan hingga saat ini, Nusantara Betamendapatkan respon yang baik. Bahkan meski merupakan projek dari sekumpulan anak muda yang memang menguasai bidang IT, ternyata semua konten yang ada di Nusantara Beta tetap digarap dengan serius dan mendapat dukungan penuh serta legalitas dari Kementerian Pariwisata Indonesia.

“Saat ini ada 600 data lokasi wisata Indonesia di Nusantara Beta. Semua data-data itu kami dapatkan langsung dari Kementerian Pariwisata Indonesia dan juga data detil dari tim.” jelasnya.

Tak ingin Nusantara Beta hanya ada di dua platform mobile (Android dan BlackBerry),Taufan mengatakan, aplikasi ini nantinya juga akan menjelajahi Symbian, mobile web, web, Windows Phone, dan  iOS.

Sementara itu, tantangan terberat dari pengembangan aplikasi ini diungkapkan Taufan adalah sumber uang. Pasalnya, biaya pengembangan aplikasi ini hanya didasari kesediaan para tim dibalik Nusantata Beta. “Tantangan terberatnya adalah uang. Karena untuk aplikasi sebesar ini di teknologi mobile, pasti selalu ada biaya yang dikeluarkan setiap bulannya seperti untuk mengurus hosting web, server dan lainnya,” ungkapnya.

Meski begitu, jelas Taufan, selama ini sudah ada beberapa investor yang menawarkan mengucurkan dana untuk aplikasi tersebut. Tapi, tawaran itu ditolak, lantaran dari beberapa yang menawarkan ingin menghasilkan uang dari aplikasi tersebut.

“Mereka ada yang ingin monetizing aplikasi kita untuk cari uang dengan bikin aplikasi ini berbayar. Tapi kita tidak mau, karena dari awal bikin aplikasi ini dari passion kami terhadap Indonesia, orientasinya bukan uang,” pungkasnya.

Selanjutnya, Taufan dan timnya berencana untuk membuat aplikasi lainnya dan Nusantara Beta nantinya akan menjadi “induk” dari aplikasi lainnya yang bakal digarap selanjutnya.

Article Information



share this article to: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
Posted by Simpel News, Published at 07.17 and have 0 komentar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar