Ekspresi Kebebasan Pribadi Sang Perancang

Ekspresi Kebebasan Pribadi Sang Perancang

Ekspresi Kebebasan Pribadi - Sebagaimana pekerja seni lainnya, memiliki kebebasan berkespresi menerjemahkan apa yang dilihat dan dirasakan ke dalam rancangan-rancangannya. Bahkan jika hasilnya terlihat ”aneh” oleh orang lain, tentu sah-sah saja. Toh itu kebebasan berekspresi mereka.

Ekspresi Kebebasan Pribadi Sang Perancang


Sama halnya dengan apa yang ditampilkan oleh para anggota Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Jawa Barat tatkala mereka ditantang menghasilkan karya yang berpegang pada kehidupan sehari-hari. Melalui gelar karya ”Fashioning Daily Life” yang bertepatan dengan HUT ke-10 APPMI Jabar, mereka mencoba megadaptasi tema yang sudah dirumuskan untuk tahun ini. Hasil karya para perancang itu digelar di Hotel Hilton Bandung, Rabu (27/4).

Ekspresi Kebebasan Pribadi


Nuniek Mawardi misalnya. Dia mengadaptasi kepahlawanan perempuan di berbagai bidang dalam balutan busana yang berbau militer. Warna-warna militer seperti olive, navy blue, dan aksen merah sangat kental dalam rancangannya kali ini.

Hennie Noer justru terinspirasi oleh keramahan, kecantikan, dan keanggunan perempuan Indonesia yang diadaptasikan dalam busana Muslim dari kain tenun dan detail bordir.
Sementara Herman Nuary terkagum-kagum dengan cara berpakaian para perempuan pelukis yang kadang agak nyentrik dengan topi mereka yang unik.

Irna Mutiara menampilkan busana-busana Muslim yang chic yang terkadang dia menggabungkan antara material yang agak tebal dan kain yang lembut.  
Perancang Iva Lativah memberikan detail yang setema di semua busana rancangannya yakni bulan sabit merah. Sederhana dan sangat kasual.

Article Information



share this article to: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
Posted by Simpel News, Published at 01.32 and have 0 komentar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar