Pengertian Leprophobia

Pengertian Leprophobia


Pengertian Leprophobia

Pengertian Leprophobia – Pada kesempatan kali ini Sniper Technoakan berbagi Informasi mengenai Apakah itu LeproPhobia ? . Leprophobia merupakan gabungan 2 kata lepro/lepra atau penyakit kusta, 

Phobia adalah rasa ketakutan yang berlebihan, jadi dari segi bahasa, maka arti kata Leprophobia adalah suatu ketakutan yang berlebihan pada penyakit kusta atau orang yang mengidap penyakit lepra.

Ya memang penyakit kusta adalah salah satu penyakit menular yang masih merupakan masalah nasional kesehatan masyarakat, dimana beberapa daerah di Indonesia tingkat penyebarannya masih tinggi dan permasalahan yang ditimbulkan sangat komplek. 

Masalah yang dimaksud bukan saja dari segi medis tetapi meluas sampai masalah sosial ekonomi, budaya, keamanan dan ketahanan sosial.

 Masalah-masalah tersebut dapat mengakibatkan penderita kusta menjadi tuna sosial, tuna wisma, tuna karya dan ada kemungkinan mengarah untuk melakukan kejahatan atau gangguan di lingkungan masyarakat.

Pada umumnya penyakit kusta terdapat di negara yang sedang berkembang seperti Indonesia, dan sebagian besar penderitanya adalah dari golongan ekonomi lemah. Hal ini sebagai akibat keterbatasan kemampuan negara tersebut dalam memberikan pelayanan yang memadai di bidang kesehatan, pendidikan, kesejahteraan social ekonomi pada masyarakat. 

Dampak sosial terhadap penyakit kusta ini sedemikian besarnya, sehingga menimbulkan keresahan yang sangat mendalam. Tidak hanya pada penderita sendiri, tetapi pada keluarganya, masyarakat dan negara. 

Hal ini yang mendasari konsep perilaku penerimaan periderita terhadap penyakitnya, dimana untuk kondisi ini penderita masih banyak menganggap bahwa penyakit kusta merupakan penyakit menular, tidak dapat diobati, penyakit keturunan, kutukan Tuhan, najis dan menyebabkan kecacatan. 

Akibat anggapan yang salah ini penderita kusta merasa putus asa sehingga tidak tekun untuk berobat. Penderita kusta tidak teratur berobat karena mereka merasa malu dengan penyakit yang diderita ).

http://id.effectivemeasure.net/emnb_18_27281.gif
Hal ini dapat dibuktikan dengan kenyataan bahwa penyakit ini mempunyai kedudukan yang khusus diantara penyakit penyakit lain. Hal ini disebabkan oleh karena adanya leprophobia (rasa takut yang berlebihan terhadap kusta). Leprophobia ini timbul karena pengertian penyebab penyakit kusta yang salah dan cacat yang ditimbulkan sangat menakutkan. 

Dari sudut pengalaman nilai budaya sehubungan dengan upaya pengendalian leprophobia yang bermanifestasi sebagai rasa jijik dan takut pada penderita kusta tanpa alasan yang rasional. Terdapat kecenderungan bahwa masalah kusta telah beralih dari masalah kesehatan ke masalah sosial.

 Leprophobia masih tetap berurat akar dalam seleruh lapisan masalah masyarakat karena dipengaruhi oleh segi agama, sosial, budaya dan dihantui dengan kepercayaan takhyul. 

phobia kusta tidak hanya ada di kalangan masyarakat jelata, tetapi tidak sedikit dokter-dokter yang belum mempunyai pendidikan objektif terhadap penyakit kusta dan masih takut terhadap penyakit kusta. 

Selama masyarakat kita, terlebih lagi para dokter masih terlalu takut dan menjauhkan penderita kusta, sudah tentu hal ini akan merupakan hambatan terhadap usaha penanggulangan penyakit kusta. Akibat adanya phobia ini, maka tidak mengherankan apabila penderita diperlakukan secara tidak manusiawi di kalangan masyarakat.

Dibeberapa daerah, jika ada kanggota keluarga sesorang yang mengidap penyakit kusta, maka individu yang yang bersangkuan kemudian di karantina atau diasingkan di hutan, hidup menyendiri, orang-orang bahkan keluarga mereka jarang ada yang bersedia menjenguk mereka. Semua itu akibat adanya LeproPhobia, atau ketakutan yang berlebihan atau proteksi yang berlebihan terhadap penyakit kusta.

Pada budaya sehari-hari suku Makassar, maka ada istilah “kanda-kandalaka” (saya akan mengidap penyakit kusta), sebuah istilah pembelaan diri atau sumpah, bahwa “jika saya yang melakukan saya akan menderita penyakit kusta”. Saking phobianya kita kepada penyakit lepra ini, sehingga menjadi budaya pada suku Makassar.

Seyogyanya kita jangan terlalu Leprophobia, sebab bukankah saat ini sudah ditemukan penyakit kusta, dan sudah dketahui cara agar penyakit kusta tidak menular, jadi tidak perlu memprokteksi penyakit ini dengan member penderitaan kepada si pengidap penyakit kusta dengan cara “memenjarakan secara social” sang pengidap kusta. 

Article Information



share this article to: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
Posted by Simpel News, Published at 08.34 and have 0 komentar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar