Penyebaran Foto Novi Amelia Bentuk Kekerasan Seksual

Penyebaran Foto Novi Amelia Bentuk Kekerasan Seksual

Komisi Nasional (Komnas) Perempuan menilai tersebarnya foto Novi Amelia ke publik adalah bentuk eksploitasi seksual. Kondisi wanita yang menabrak 7 orang tersebut hanya dengan menggunakan pakaian dalam dimanfaatkan oleh pengambil gambar.


"Itu salah satu tindak kekerasan eksploitasi seksual. Dia dalam kondisi tidak bisa mengontrol dirinya lalu dijadikan objek seksual. Kalau disebarluaskan seperti ini kan berarti melanggar UU ITE dan hukum lainnya," kata Komisioner Komnas Perempuan, Andy Yentriyani, pada detikcom, Kamis (18/10/2012).

Andy menjelaskan jika pengambilan gambar tersebut dilakukan di kantor polisi, maka pelakunya mudah ditentukan. "Kalau terjadi di kantor polisi ya harusnya bisa diselidiki siapa saja yang terlibat. Saya pikir sederhana itu," ujar Andy.

Andy menambahkan profesi, hobi, dan pelanggaran lalu lintas yang dilakukan Novi tidak bisa dikaitkan dengan penyebaran foto tersebut. Penilaian masyarakat yang merendahkan Novi sebagai perempuan menurut Andy salah satu bentuk 'main hakim sendiri'.

"Saya pikir itu (profesi, hobi, dan pelanggaran lalu lintas) bukan diskusi kita, bahkan kalau kita bilang itu kan sama saja main hakim sendiri. Kita bicara tentang objek seksual, dia secara tidak sadar lalu dimanfaatkan," ujar Andy.

Terkait dugaan adanya pihak yang meminta Novi untuk berpose lalu diambil gambarnya, Andy tidak yakin hal tersebut terjadi. Ia menekankan adanya oknum yang memanfaatkan kondisi Novi untuk keuntungan pribadi.

"Saya tidak tahu, bisa saja dia diam saja lalu difoto, tapi memang ada orang yang mengambil gambar itu. Kita bicarakan saja ada orang yang gampang dipengaruhi dan tidak sadar lalu saya ambil gambar, itu berarti memanfaatkan dan mengambil keuntungan dari orang lain," ujar Andy.

Andy menyebutkan adanya tiga pihak yang harus bertindak mencegah kejadian serupa terulang. Ketiga pihak yang ia maksud adalah polisi, media, dan masyarakat.

"Polisi sebagai penegak hukum harus menyelesaikan kasus ini, dan pelakunya ditindak sesuai hukum. Media, komisi penyiaran dan dewan pers harusnya memantau agar tidak tersebar foto-foto seperti itu. Masyarakat juga harusnya belajar menghentikan penyebaran, ketika mendapat foto itu distop dan laporkan," tutup Andy.
Article Information




share this article to: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
Posted by Simpel News, Published at 19.12 and have 0 komentar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar