Perubahan Makna Kata Dalam Bahasa Indonesia

Perubahan Makna Kata Dalam Bahasa Indonesia

Kali ini Sniper Techno Ingin Membagikan Informasi Mengenai Perubahan Makna Kata Dalam Bahasa Indonesia untuk snipers semua silakan simakinformasi di bawah ini. Mungkin akan bermanfaat untuk yang lagi sekolah SMP/SMA dalam Mata pelajaran Bahasa Indonesia. Juga buat yang kuliah, ada mata kuliah Bahasa Indonesia.

Perubahan Makna Kata Dalam Bahasa Indonesia


Ada berbagai macam bentuk jenis perubahan Makna dalam Bahasa Indonesia, dibawah ini merupakan penjelasan serta contoh perubahan maknanya.

Amelioratif (Makna Kata Membaik)

Pada awalnya, kata ini memiliki makna kurang baik, kurang positif, tidak menguntungkan, akan tetapi, pada akhirnya mengandung pengertian makna yang baik, positif, dan menguntungkan. 
Contoh : Wanita, pramunikmat, dan warakawuri merupakan kata-kata yang dipakai untuk lebih menghaluskan, menyopankan pengertian yang terkandung dalam kata-kata tersebut.

Peyoratif (Makna Kata Memburuk)

Makna kata sekarang mengalami penurunan nilai rasa kata daripada makna kata pada awal pemakaiannya. 
Contoh : Kawin, gerombolan, oknum, dan perempuan terasa memiliki konotasi menurun atau negatif.

Asosiasi (Makna Kata Persamaan Sifat)

Yang tegolong kedalam perubahan makna ini adalah kata-kata dengan makna-makna yang muncul karena persamaan sifat. Sering kita mendengar kalimat “hati-hati dengan tukang catut itu.” Tukang catut dalam kalimat diatas tergolong kata-kata dengan makna asosiatif. Begitu pula dengan kata kacamata dalam : menurut kacamata saya, perbuatan anda tidak benar

Sinestesia (Makna Kata Indera)

Perubahan makna terjadi karena pertukaran tanggapan antara dua indera, misalnya dari indera pengecap ke indera penglihatan. 
Contoh: Gadis itu berwajah manis. Kata manis mengandung makna enak, biasanya dirasakan oleh alat pengecap, berubah menjadi bagus, dirasakan oleh indera penglihatan. Demikian juga kata panas, kasar, sejuk, dan sebagainya.Menyempit/spesialisasi

Kata yang tergolog kedalam perubahan makna ini adalah kata yang pada awal penggunaannya bisa dipakai untuk berbagai hal umum, tetapi penggunaannya saat ini hanya terbatas untuk satu keadaan saja. 

Contoh : Sastra dulu dipakai untuk pengertian tulisan dalma arti luas atau umum, sedangkan sekarang hanya dimaknakan dengan tulisan yang berbau seni. Begitu pula kata sarjana (dulu orang yang pandai, berilmu tinggi, sekarang bermakna “lulusan perguruan tinggi”).

Meluas/generalisasi

Penggunaan kata ini berkebalikan dengan pengertian menyempit. 
Contoh Perubahan makna : Petani dulu dipakai untuk seseorang yang bekerja dan menggantungkan hidupnya dari mengerjakan sawah, tetapi sekarang kata tersebut dipakai untuk keadaan yang lebih luas. Penggunaan pengertian petani ikan, petani tambak, petani lele merupakan bukti bahwa kata petani meluas penggunaannya

Semoga informasi Perubahan Kata Bahasa Indonesia diatas bermanfaat menambah wawasan kita semua serta bermanfaat dalam membantu menjawab tugas sekolah / kuliah snipers.
Article Information



share this article to: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
Posted by Simpel News, Published at 03.03 and have 0 komentar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar