Penggunaan Huruf Kapital yang Baik dan Benar

Penggunaan Huruf Kapital yang Baik dan Benar

Pada kesempatan kali ini Sniper Techno akan share informasi mengenai penggunaan huruf capital yang benar dan benar. Sering kali kita bingung apakah artikel kita ini sudah sesuai dengan standar Bahasa Indonesia yang baik dan benar, terutama dari pemakaian huruf besar atau huruf kapital. Baiklah langsung saja daripada bingung mari simak informasi dibawah ini :

Penggunaan Huruf Kapital yang Baik dan Benar

Pemakain Huruf Kapital

  • Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai unsur pertama kata pada awal kalimat. Misalnya: Dia mengantuk; Apa maksudnya?; Kita harus beker keras; Pekerjaan itu belum selesai.
  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung. Misalnya: Adik bertanya, “Kapan kita pulang?”; Bapak menasihatkan, “Berhati-hatilah, Nak!”; “Kemarin engkau terlambat,” katanya.; “Besok pagi,” kata ibu, “dia akan berangkat”.
  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan dan Kitab Suci, termasuk kata ganti untuk Tuhan. Misalnya: Allah, Yang Mahakuasa, Yang Maha Pengasih, Alkitab, Quran, Weda, Islam, Kriste; Tuhan akan menunjukkan jalan kepada hamba-Nya; Bimbinglah hamba-Mu, ya Tuhan, ke jalan yang Engkau beri rahmat.
  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan,  keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang. Misalnya: Mahaputra Yamin, Sultan Hasanuddin, Haji Agus Salim, Imam Syafii, Nabi Ibrahim.
  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertetu, nama instansi, atau nama tempat. Misalnya: Dia baru saja diangkat menjadi sultan; Tahun ini dia pergi naik haji.
  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu, nama instansi, atau nama tempat. Misalnya:  Wakil Presiden Adam Malik, Perdana Menteri Nehru, Profesor Supomo, Laksamana; Muda  Udara  Husein  Sastranegara,; Sekretaris  Jenderal  Departemen  Pertanian; Gubernur Irian Jaya. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang tidak diikuti nama orang, nama instansi, atau nama tempat. Misalnya:  Siapakah gubernur yang baru dilantik itu?; Kemarin Brigadir Jenderal Ahmad dilantik menjadi mayor jenderal.
  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama orang. Misalnya: Amir Hamzah, Dewi Sartika, Wage Rudolf Supratman, Halim Perdanakusumah. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran. Misalnya: Mesin diesel, 10 volt, 5 ampere
  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa. Misalnya: Bangsa Indonesia, suku Sunda, bahasa Inggris Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku, dan bahasa yang dipakai sebagai bentuk dasar kata turunan. Misalnya: Mengindonesiakan kata asing; Keinggris-inggrisan
  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa sejarah. Misalnya: tahun  Hijriah,  tarikh  Masehi,  bulan  Agustus,  bulan  Maulid,  hari  Jumat,  hari Galungan,  hari  Lebaran,  hari  Natal,  Perang  Candu,  Proklamasi  KemerdekaanIndonesia. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama peristiwa sejarah yang tidak dipkai sebagai nama. Misalnya: Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan bangsanya.Perlombaan senjata membawa resiko pecahnya perang dunia.
  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi. Misalnya: Asia Tenggara, Banyuwangi, Bukit Barisan, Cirebon, Danau Toba, Dataran Tinggi Dieng,  Gunung  Semeru,  Jalan  Diponegoro,  Jazirah  Arab,  Kali  Brantas,  Lembah Baliem, Ngarai Sianok, Pegunungan Jayawijaya, Selat Lombok, Tanjung Harapan, Teluk Benggala, Terusan Suez. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama istilah geografi yang tidak menjadi unsur nama diri. Misalnya: berlayar ke teluk, mandi di kali, menyeberabangi selat, pergi ke arah tenggara Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama geografi yang digunakan sebagai nama jenis. Misalnya: garam inggris, gula jawa, kacang bogor, pisang ambon
  • Huruf  kapital  dipakai  sebagai  huruf  pertama  semua  unsur  nama  negara,  lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta nama dokumen resmi,  kecuali kata seperti dan. Misalnya: Republik  Indonesia;  Majelis  Permusyawaratan  Rakyat;  Departemen  Pendidikan dan  Kebudayaan;  Badan  Kesejahteraan  Ibu  dan  Anak;  Keputusan  Presiden Republik Indonesia, Nomor 57, Tahun 1972. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata yang bukan nama negara, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan, serta nama dokumen resmi. Misalnya: Menjadi sebuah republik, beberapa badan hukum, kerja sama antara pemerintah dan rakyat, menurut undang-undang yang berlaku.
  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat  pada  nama  badan,  lembaga  pemerintah  dan  ketatanegaraan,  serta  dokumen resmi. Misalnya: Perserikatan  Bangsa-Bangsa, Yayasan  Ilmu-Ilmu Sosial,  Undang-Undang Dasar Repulik Indonesia, Rancangan Undang-Undang Kepegawaian
  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) di dalam nama buku, majalah, surat kabar dan judul karangan, kecuali kata seperti di, ke, dari, dan, yang, untuk yang tidak terletak pada posisi awal. Misalnya: Saya telah membaca buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma; Bacalah majalah Bahasa dan Sastra; Dia adalah agen surat kabar Sinar Pembangunan; Ia menyelesaikan makalah “Asas-Asas Hukum Perdata”.
  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan. Misalnya: Dr. doctor; M.A. master of arts; S.E. sarjana ekonomi; S.H. sarjana hokum; S.S. sarjana sastra; Prof. professor; Tn. Tuan; Ny. Nyonya; Sdr. saudara
  • Huruf kapital  dipakai  sebagai huruf pertama penunjuk hubungan kekerabatan  seperti bapak,  ibu,  saudara,  kakak,  adik,  dan paman yang  dipakai  dalam  penyapaan  dan pengacuan. Misalnya: “Kapan Bapak Berangkat?” tanya Harto. Adik bertanya, “Itu apa, Bu?” Surat Saudara sudah saya terima. “Silakan duduk, Dik!” kata Ucok. Besok Paman akan datang. Mereka pergi ke rumah Pak Camat. Para ibu mengunjungi Ibu Hasan. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kkerabatan yang tidak dipakai dalam pengacuan atau penyapaan. Misalnya: Kita semua harus menghormati bapak dan ibu kita. Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga.
  • Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata ganti Anda. Misalnya: Sudahkah Anda tahu? Surat Anda telah kami terima.
Demikianlah informasi menngenai penggunaan huruf kapital yang baik dan benar, semoga artikel ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi kita semua.


share this article to: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
Posted by Simpel News, Published at 04.25 and have 1 komentar

1 komentar: